Gedung Politeknik Negeri Batam - Jl. Park Way Batam Center
Deklarasi 10 Agenda politik oleh Kader GMNI Batam, disaksikan caleg-caleg perempuan

GMNI Batam Serukan Agenda Politik P...

Batam - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komite Sarinah Kota Batam menyelenggarakan deklarasi 10 agenda politik perempuan. Acara yang di ge...

Dialog Batam Menyapa (20/3) Membahas Peran BPOM mengawasi Makanan Berbahaya

Masyarakat Kepri Doyan Produk Impor...

[caption id="attachment_522" align="alignleft" width="300"] Dialog Batam Menyapa (20/3) Membahas Peran BPOM mengawasi Makanan Berbahaya[/caption...

Kasubdit Perencanaan Pembangunan BP Batam, Imam Bachroni memaparkan rencana pembangunan monorel

Pembangunan Monorel Batam Masuki Ta...

[caption id="attachment_519" align="alignleft" width="270"] Kasubdit Perencanaan Pembangunan BP Batam, Imam Bachroni memaparkan rencana pembanguna...

Raja Dachroni

KPPS Jangan Main Mata dengan Caleg

[caption id="attachment_516" align="alignleft" width="160"] Koordinator Humas dan Kebijakan Publik Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Kepulauan Riau...

GMNI Batam Serukan Agenda Politik Perempuan

Deklarasi 10 Agenda politik oleh Kader GMNI Batam, disaksikan caleg-caleg perempuanBatam - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komite Sarinah Kota Batam menyelenggarakan deklarasi 10 agenda politik perempuan. Acara yang di gelar di Ruang Pertemuan Hotel Nagoya Mansion ini dihadiri oleh mayoritas caleg perempuan dari lintas partai.

Koordinator Deklarasi, Shanti mengatakan deklarasi ini merupakan upaya mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Kota Batam untuk meningkatkan harkat dan martabat wanita yang sudah terangkum dalam 10 agenda yang telah ditentukan.

“Tujuan agenda kita, deklarasi 10 agenda politik perempuan adalah untuk meyatukan pemahaman kepada caleg-caleg di daerah maupun nasional agar saling bersinergi dan bekerja sama perihal isu-isu terkait perempuan,” Paparnya.

Sementara itu disampaikan Komite Sarinah Pusat, Dewi yang turut hadir menyaksikan deklarasi itu mengatakan, deklarasi 10 agenda politik perempuan di Batam ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi Nasional yang dilakukan Gerakan Perempuan Mewujudkan Indonesia Beragam (GPMIB).

Kesepuluh agenda politik perempuan tersebut antara lain pemenuhan hak kesehatan reproduksi dan seksualitas, pemenuhan hak atas pendidikan terutama pendidikan perempuan, penghentian kekerasan terhadap perempuan dan pemenuhan hak atas pekerjaan yang layak bagi perempuan.

“Selain itu deklarasi ini juga meminta adanya komitmen dari caleg untuk memperjuangkan hak politik perempuan, penghentian korupsi dan perlindungan perempuan dalam situasi konflik, bencana serta pengelolaan sumber daya alam,” Ujar Dewi.

Diharapkan Dewi, caleg yang telah berpartisipasi dalam deklarasi ini dapat menjaga komitmennya saat sudah terpilih nanti.(NM)

Masyarakat Kepri Doyan Produk Impor

Dialog Batam Menyapa (20/3) Membahas Peran BPOM mengawasi Makanan Berbahaya

Dialog Batam Menyapa (20/3) Membahas Peran BPOM mengawasi Makanan Berbahaya

Batam – Masyarakat Kepri dinilai doyan mengkonsumsi produk impor ilegal, baik itu makanan maupun obat-obatan. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri, I Gusti Ayu Ari Aryapatni saat berdialog dalam program Batam Menyapa RRI Batam, kamis (20/2).

Menurut dia, banyaknya barang impor yang masuk ke Batam membuat masyarakat terbiasa mengkonsumsi produk impor tanpa memperhatikan apakah produk tersebut ilegal atau legal. ”Karena berada di perbatasan, di Batam ini ada banyak sekali produk makanan dan kosmetik impor yang masuk, dan sebagian besar tidak teregistrasi di BPOM,”Ujarnya.

I Gusti Ayu Ari Aryapatni mengatakan setiap produk makanan dan kosmetik impor yang masuk ke indonesia harus didaftarkan ke BPOM. Untuk makanan yang telah didaftarkan dan telah dinyatakan layak konsumsi, nantinya akan mendapatkan kode registrasi ML. Sedangkan untuk kosmetik dari luar negeri akan mendapat kode registrasi NA.

“Kalau tidak ada kode registrasinya berarti itu produk ilegal, kami himbau masyarakat untuk tidak menkonsumsi produk ilegal, karena dikhawatirkan mengandung bahan-bahan berbahaya untuk kesehatan,”katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh BPOM dari distributor makanan dan kosmetik impor, banyaknya produk impor yang masuk ke Batam dikarenakan tingginya permintaan dari masyarakat. Bahkan di pusat-pusat perbelanjaan masih dapat ditemui dengan mudah produk dari luar yang tidak mencantumkan kode registrasi dari BPOM.

“Masyarakat berpandangan, mereka sudah mengkonsumsi produk-produk itu sejak lama, dan merasa tidak berpengaruh apa-apa bagi kesehatan mereka, padahal memang dampaknya ke kesehatan baru akan diketahui dalam jangka waktu yang panjang,”Ungkap dia.

Dia pun menghimbau agar masyarakat bersikap selektif dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Menurutnya dengan kesadaran tersebut, maka secara otomatis jumlah produk impor ilegal yang beredar akan berkurang. ”Kalau konsumen tidak mau membeli, tidak akan ada lagi produk yang masuk. kalau demand-nya tinggi tentu supply-nya juga tinggi. Pemerintah hanya bisa berusaha menurunkan supply, namun untuk demand kembali lagi ke masyarakat,”Paparnya.(NM)

Pembangunan Monorel Batam Masuki Tahap Lelang

Kasubdit Perencanaan Pembangunan BP Batam, Imam Bachroni memaparkan rencana pembangunan monorel

Kasubdit Perencanaan Pembangunan BP Batam, Imam Bachroni memaparkan rencana pembangunan monorel

Batam – Rencana Pembangunan transportasi monorel di Kota Batam  telah memasuki tahap lelang. Hal itu disampaikan Kasubdit Perencanaan Pembangunan BP Batam, Imam Bachroni. Dijelaskannya, lelang investasi proyek tersebut akan dilakukan secara terbuka untuk umum dan koordinasi dengan  Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Imam mengungkapkan rencananya akan dibuat dua jalur monorel yakni jalur pertama Tanjung Uncang-Batam Centre dan jalur kedua Bandara Hang Nadim-Kawasan Nagoya.

“Untuk jalur Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke wilayah Nagoya sepanjang 28,4 kilometer, rutenya akan melewati pusat-pusat pemukiman padat penduduk,” Ungkapnya.

Sementara untuk jalur Pelabuhan Internasional Batam Centre menuju Tanjunguncang sepanjang 27,6 kilometer akan melewati rute yang sejajar dengan jalan kendaraan umum lain, yakni melewati pusat Pemerintahan Kota Batam, kawasan Industri Mukakuning, hingga Kawasan Industri Tanjunguncang.

Imam juga mengatakan apabila nantinya ada pihak swasta yang mau berinvestasi, maka akan diverifikasi terlebih dahulu kelayakannya. “Apabila tidak ada yang sanggup untuk investasi, maka dikembalikan kepada Pemerintah untuk bagaimana kelanjutan rencana pembangunannya,”Ujarnya.

Lebih lanjut, Imam mengatakan, apabila semuanya berjalan dengan lancar, maka pada tahun 2016 baru dimulai pembangunan dan 2018 sudah mulai beroperasi.(NM)